Travel Wajib Gunakan Jasa Handling dari Angkasa Pura

Mulai 27 Mei 2019, semua travel yang memberangkatkan jamaah umrah, wajib menggunakan jasa handling Angkasa Pura.

Ketua DPD Amphuri Jatim H Sufyan menuturkan, dasar dari ditetapkan aturan itu yakni sesuai Kepmen Perhubungan 54 pasal 34 bahwa semua yang berkepentingan bisnis dengan Angkasa Pura, harus mendapat izin otoritas dari pihak bandara.

“Inilah regulasi yang dipakai oleh Angkasa Pura. Khusus di Juanda yang ditunjuk menjadi handling resmi yakni Angkasa Pura Hotel, Logistik, dan Taurus Gemilang,” ungkapnya kepada majalahnurani.com Senin (20/5/2019) usai acara buka bersama Anggota Amphuri Jatim di Restauran KunoKini Surabaya.

MEMATUHI

Upaya nego pihak Amphuri dengan Angkasa Pura tak menemukan solusi. Artinya travel wajib mematuhi aturan tersebut.

Dari Amphuri, cerita Sufyan, sudah menanyakan, apakah jika ada pihak lain seperti anggota Amphuri yang mengajukan handling, apa dibolehkan?

“Ternyata dilarang. Alasannya karena tidak memiliki bisnis di bandara. Sementara Angkasa Pura hotel logistik memiliki bisnis di bandara,” sambungnya.

Menurut Sufyan, per 7 Maret aturan ini memang sudah diberlakukan. Tapi karena ramai protes, maka diundur hingga 27 Mei 2019.

“Tidak ada negoisasi lagi. Handling ditangani Angkasa Pura,” tegasnya kembali.

Maka bagi travel yang memberangkatkan jamaah, mau tidak mau harus memilih tiga pihak yang ditunjuk oleh Angkasa Pura, karena sudah menjadi aturan.

MENUNGGU SURAT RESMI

Amphuri juga masih menunggu surat resmi yang diterbitkan. Pasalnya hingga kini juga belum ada surat resmi dari Angkasa Pura soal kewajiban tanggal 27 Mei mendatang.

“Itu yang kita minta tapi sampai saat ini belum terbit,” ujarnya.

Menurut Syufan pribadi, dirinya sudah pernah dua kali memakai jasa handling Angkasa Pura. Cepat dan mereka menjamin semuanya lancar.

“Seperti penyerahan koper jamaah, diserahkan secara resmi oleh pihak Angkasa Pura,” ceritanya.

Sementara ini Amphuri hanya menyarankan untuk mengikuti aturan yang ditetapkan Angkasa Pura.

“Sampai menunggu surat resminya keluar. Semetara diikuti saja daripada mengganggu akses keberangkatan. Nanti kalau surat resminya turun, baru kita akan ambil sikap,” tandas dia.

Ketua Litbang Amphuri Pusat, Zainal Abidin mengeluh lantaran aturan ini dinilai memberatkan. Pasalnya selama ini travel sudah memiliki tim handling yang mumpuni. Termasuk tidak ada kendala ketika memberangkatkan jamaah.

“Sekarang tim handling tidak bisa masuk,” terangnya. 01/Bagus