Per April 2019 Animo Jamaah Umroh Terus Meningkat

Animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah terus meningkat. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengaku, setiap tahun jumlah jemaah umrah Indonesia terus mengalami kenaikan.
Menurutnya, data dari tahun 2018, total jemaah umrah Indonesia mencapai 1.050.000 orang.

“Tahun ini, sampai 25 April, sudah lebih 849.000 jemaah umrah,” terang Arfi saat meresmikan pos pengawasan terpadu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Arfi menilai, pengawasan terpadu di Bandara Soetta sangat strategis karena 60 persen jemaah umrah berangkat dari bandara ini. “60 persen berangkat dari Soetta, sehingga pos pengawasan terpadu ini sangat strategis,” tegas Arfi.

Pelayanan terpadu di Bandara Soetta ini, kata Arfi, akan menjadi rintisan. Dia berkomitmen untuk mengembangkannya di sejumlah bandara yang menjadi titik pemberangkatan umrah.
Terobosan Kemenag untuk membuka pengawasan terpadu didukung pihak Angkasa Pura 2.

“Terima kasih jajaran Kemenag karena sesuai tupoksinya akan melakukan monitoring umrah dan haji khusus. Insyaallah beberapa bulan ke depan kita sedang merencanakan basic desain pembangunan semacam umrah dan haji lounge,” terang Deputy Ekskutif GM Airport Services & Fasility Angkasa Pura 2, Eko Prihadi.

“Kami akan terus bantu proses pengawasan, baik dari Kemenag maupun instansi lainnya. Sinergi ini semoga bisa berjalan baik dan kami siap lakukan perbaikan di masa mendatang,” harapnya.

Arfi juga mengapresiasi kesediaan Angkasa Pura dalam menyiapkan fasilitas untuk pengawasan terpadu. Menurutnya, proses ini sudah didiskusikan sejak tahun lalu dalam rangka mengefektifkan pengawasan.

“Kemenag terus berusaha meminimalisir terjadinya permasalahan dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus,” pungkasnya.