Itjen Kemenag Turunkan Tim Auditor Untuk Haji

Untuk memastikan pelayanan terbaik jamaah haji Indonesia mendatang, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama menurunkan tim auditor untuk mengawasi pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

EMPAT PELAYANAN

Siaran pers Kementerian Agama yang diterima majalahnurani.com Jumat (26/4/2019) menyebutkan, ada 17 orang dari tim auditor yang ditugasi untuk mengawasi proses haji mendatang.

Plh. Inspektur Jenderal Kementerian Agama Rojikin menjelaskan, tim auditor ini  memfokuskan pengawasan pada empat pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji selama pelaksanaan ibadah haji.

“Pelayanan yang dimaksud adalah pertama, pelayanan pemondokan seperti fasilitas untuk kenyamanan jamaah,” tuturnya.

Menurut Rojikin hal ini dibutuhkan lantaran Itjen sering mendapatkan temuan terkait dengan pelayanan pemondokan.

“Bagaimana kamarnya, kamar mandinya, tempat untuk salat, dan sebagainya. Paling krusial itu pada saat jemaah sudah sampai, tetapi kamar belum siap. Ini beberapa temuan kami di Tanah Suci. Air masih macet, lampu belum nyala,” lanjutnya.

Pelayanan lain yang menjadi fokus pengawasan adalah pelayanan transportasi. Menurut Rojikin, pihaknya akan mengawasi bus-bus yang disediakan oleh panitia untuk pengangkutan jemaah.

“Bus salawat misalnya, terlambat tidak. Petugas harus bisa memastikan bus-bus ini datang ke tempat jemaah tepat waktu. Karena kalau jemaah sudah menumpuk di satu sektor dan bus belum datang, akan jadi masalah,”  sambungnya.

PEMBINAAN JAMA’AH

Selain pemondokan dan transportasi, dari pengamatan Itjen, pelayanan lain yang juga sering menjadi masalah adalah katering. Beberapa hal yang menjadi pengawasan terkait pelayanan katering mulai dari persiapan makanan, packing, hingga pendistribusiannya ke jamaah.

“Petugas katering ini sangat krusial. Petugas harus bisa memastikan itu berjalan dengan baik. Kehangatan makanan juga penting, jangan sampai dingin, dan jangan sampai basi,” terangnya.

Termasuk pembinaan terhadap para jamaah juga tidak luput dari pengawasan Itjen. Pihaknya sering mendapati jamaah memakai pakaian lain saat sudah memakai kain ihram. Selain itu, pihaknya juga sering mendapati jemaah yang tersesat karena terpisah dari rombongan.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak para petugas untuk melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga kepuasaan jemaah haji terhadap pelayanan yang diberikan dapat meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Selain melakukan pengawasan di Tanah Suci, tim juga melakukan pemantauan di embarkasi-embarkasi kabupaten kota dan provinsi, untuk memaksimalkan pelayanan kepada jamaah,” tukasnya. 01/Bagus