Blog

PPIH Siagakan Pembimbing Ibadah di Pemondokan Calhaj

IHRAM.CO.ID, MAKKAH— Calon jamaah haji (Calhaj) Indonesia diimbau tidak perlu khawatir jika tidak memahami alur ibadah haji ketika sampai di tanah suci karena ada konsultan bimbingan ibadah yang siap melayani jamaah di setiap sektor pemondokan di Kota Makkah.

 

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019, Subhan Cholid, di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah, Rabu (11/7) malam, dalam acara Taaruf dan Pengajian PPIH Daker Makkah, mengatakan tahun ini ada penambahan petugas bimbingan ibadah haji yang cukup banyak untuk melayani jamaah sehingga jamaah tak perlu risau.

 

“Untuk petugas bimbingan ibadah ada tambahan cukup banyak karena memang kebutuhan kan untuk itu cukup besar jadi selain di daerah kerja Makkah ada konsultan ibadah dan juga petugas ibadah, di sektor pun ada petugas konsultan dan petugas ibadah,” katanya.

 

Jumlah itu, kata dia, belum termasuk petugas dan konsultan bimbingan ibadah yang mendampingi kloter-kloter secara langsung. “Jadi selain nanti para konsultan bimbingan ibadah akan aktif memberikan bimbingan kepada jamaah di hotel-hotel, nanti para konsultan dan bimbingan ibadah akan buka bimbingan di kantor sektor,” kata dia.

 

Dia berharap jamaah tak ragu untuk memanfaatkan layanan yang diberikan secara khusus tersebut. “Jamaah atau siapa saja, kapan saja bisa melakukan konsultasi kepada mereka,” katanya.

 

Di Makkah, sebanyak 1.203 petugas haji diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia tahun ini meliputi penugasan di Kantor Daker, sektor 1-11, sektor khusus Masjid al-Haram, KKHI, dan sembilan rute bus shawalat dan 4 terminal.

 

Tahun ini, dengan adanya penambahan 10 ribu kuota haji, Daerah Kerja Makkah telah melakukan antisipasi sejumlah hal terutama melihat kondisi Kota Makkah yang padat pada puncak layanan jamaah terutama di Masyair.

 

“Untuk di Makkah akomodasi sudah siap untuk seluruh jamaah untuk kuota tambahan maupun reguler kemudian katering juga sudah disiapkan untuk seluruh jamaah haji, transportasi baik bus shalawat maupun bus antar kota juga disiapkan,” katanya.

Calhaj Tertua dan Lansia Dapat Perhatian Khusus

 

IHRAM.CO.ID

Calon haji tertua dari Kabupaten Semarang bakal mendapatkan perhatian khusus dari petugas haji, selama melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci.

 

Kendati calon jamaah yang berusia 95 tahun tersebut telah mengajukan seorang pendamping pemantauan khusus tetap akan diberikan setelah calon jamaah yang bersangkutan –sebelumnya– mengajukan percepatan keberangkatan.

 

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Taufiqurrahman mengatakan, bagi jamaah haji usia lanjut bakal ada pemantauan khusus dari petugas.

Sedangkan jamaah lansia yang memang sudah membawa pendamping, selain ada pemantauan dari petugas juga ada pendamping khusus dari pendamping yang memang diberikan kesempatan oleh Pemerintah.

Di mana satu orang lansia yang mengajukan percepatan pemberangkatan, bisa mengajukan satu orang pendamping. Misalnya putranya, istrinya atau anggota keluarga lain yang memang diberikan mandat untuk mendampingi.

 

Meski begitu, keberadaan pendamping ini tidak akan mempengaruhi kuota jamaah yang diberangkatkan. Karena perihal berapa persen pendamping ini sudah diproyeksikan dari kuota nasional.

 

“Karena yang bisa mengajukan pendamping tersebut hanya calon jamaah haji yang berusia 75 tahun ke atas,” jelasnya, saat dikonfirmasi di Ungaaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/7).

Ia juga menjelaskan, dari delapan orang calon jamaah haji asal Kabupaten Semarang hanya ada tujuh orang yang mengajukan pendamping. Sementara seorang lansia lainnya berangkat tanpa mengajukan pendamping.

Kendati begitu, calon jamaah haji tersebut tetap akan menjadi fokus perhatian petugas. Pun demikian calon haji tertua berusia 95 tahun atasnama Suto Prawiro warga Dusun Krajan RT 17 RW 3 Tengaran yang akan didampinginya putrinya bernama Siti Biyatun.

 

Taufiq menambahkan, calon haji lansia sebenarnya masuk cadangan namun bisa berangkat tahun ini. Calon haji lansia akan tergabung di kloter ‘sapu jagat’, yakni kloter 96.

 

Penentuan calon haji cadangan yang bisa langsung berangkat dari Kemenag Pusat dan Kantor Kemenag Kabupaten Semarang hanya mendapatkan rilisnya saja. “Untuk pengajuan percepetan pemberangkatan calon haji lansia dan pendamping dari kantor Kemenag daerah,” lanjutnya.

 

Menurt Taufiq, calon jamaah haji lansia bisa mengajukan percepatan pemberangkatan dengan persyaratan harus sudah membayar BPIH dalam waktu minimal tiga tahun. Pembayaran BPIH tersebut juga berlaku untuk pendampingnya.

 

Sementara itu, jumlah calon haji asal Kabupten Semarang tahun ini sebanyak 617 orang yang terbagi dalam empat kloter. Rincianya, tiga orang tergabung dalam kloter 81, kloter 82 sebanyak 355 orang, kloter 83 ada 228 orang, dan 29 orang tergabung di kloter 96 atau kloter ‘sapu jagat’.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : S Bowo Pribadi

Total 3,4 juta Manusia Mengikuti Shalat Taraweh di Masjid Nabawi

Lebih dari 3.4 juta orang mengikuti shalat taraweh di Masjidil Haram Nabawi, Madinah al-Munawwarah, pada malam pertama spesial 10 akhir Ramadan 1440 H.

Hal ini sebagaimana disampaikan Pimpinan (Presidensi) untuk Urusan Dua Masjid Suci, dengan merinci 1,4 juta orang berada di dalam masjid, 1,5 juta dan 234 ribu orang lebih lainnya di halaman dan bagian atas masjid.

Presidensi juga mengatakan bahwa lebih dari 15 ribu orang mengikuti shalat di lantai atas masjid setiap harinya, sementara 98 ribu di dalam masjid dan 100 ribu lainnya di halaman.

 

Sampai hari ini, telah tercatat 669.048 kaum muslimin yang tiba di Madinah untuk berziarah dan menyampaikan doa kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dua sahabat Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘ahnu, di lokasi makan yang bersebelahan dengan Masjid Nabawi.

Tujuh Ketentuan untuk Koper Jamaah Haji, Kamu Sudah Tahu ?

Republika/Fitriyan Zamzami

Seperti tahun lalu, musim haji tahun ini semua koper jamaah haji harus diberi tanda yang jelas. Tujuannya untuk memudahkan pihak Maktab Wukala Almuwahhad dalam mengelompokkan dan mengirimkannya ke hotel.

 

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis menyampaikan, ada sejumlah ketentuan untuk koper jamaah haji. Ketentuan tersebut telah diedarkan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah ke Kakanwil Kementerian Agama Provinsi di seluruh Indonesia.

“Ketentuan pertama, sesuai dengan aturan penerbangan, koper tidak diikat dengan tali atau jaring tapi diberi penanda berupa sabuk dengan warna yang berbeda sesuai rombongan dalam kloternya,” kata Sri melalui pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (26/5).

Ia menjelaskan, setiap kloter akan dibagi dalam 10 rombongan dengan penanda warna berurutan dari rombongan satu sampai sepuluh. Penanda warna tersebut di antaranya merah, kuning, biru, cokelat, hijau, putih, orange, ungu, hitam, dan merah muda.

Kedua, koper jamaah yang akan berangkat pada gelombang pertama diberi identitas warna putih yang memuat nama, nama dan nomor hotel serta nomor rombongan. Informasi untuk itu bisa diperoleh calon jamaah haji di kantor urusan agama (KUA).

Ia melanjutkan, ketentuan ketiga, koper jamaah haji yang berangkat gelombang kedua diberi identitas warna sesuai warna sektor yang memuat nama, nama dan nomor hotel, serta nomor rombongan. “Jamaah haji Indonesia terbagi dalam 11 sektor di Makkah dengan urutan warna dari satu sampai 11 sebagai berikut, hijau, abu-abu, ungu, merah muda, putih, kuning, merah, biru muda, biru tua, cokelat, dan hitam,” ujarnya.

Ketentuan keempat, jamaah haji hanya diperkenankan membawa koper, tas kabin, dan tas paspor yang diberikan pihak penerbangan. Berat maksimal 32 Kg untuk koper dan tujuh Kg untuk tas kabin. Kelima, jamaah haji tidak diperbolehkan menambah atau mengubah bentuk barang bawaan yang diberikan maskapai.

Keenam, jamaah haji tidak diperkenankan memasukkan air zamzam ke dalam koper. Jika masih ditemukan ada yang melakukannya, koper akan dibongkar pihak penerbangan. Ketujuh, barang yang dilarang dibawa selama penerbangan adalah bahan yang mengandung radioaktif, magnit, yang menyebabkan karat, mengandung racun, campuran oksid, cairan aerosol, gel, bahan kimia, dan bahan yang mengandung peledak.

“Diimbau jamaah haji meletakkan barang berharga dan obat-obatan di tas tentengan atau kabin, bukan di bagasi,” ujarnya.

7 Tempat Rahasia di Masjidil Haram

Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi adalah masjid terbesar di dunia. Tidak semua tempat dijelajahi jamaah Indonesia, padahal sudut-sudutnya punya tempat ‘rahasia’.

Karena faktor lokasi hotel, seluruh jamaah Indonesia baik umrah atau haji, selalu masuk dari pintu King Fahd Gate dan King Abdul Aziz Gate. Padahal itu baru 2 dari 95 pintu masjid yang ada di sana.

Area yang dilewati jamaah menuju Kabah, ya itu-itu saja. Namun jika ada waktu, cobalah menjelajahi masjid suci ini, ada banyak hal menarik bisa ditemukan di sana. Inilah 7 spot menarik yang mungkin anda belum ketahui :

1. Tempat wudhu dekat Ka’bah

Ini anggapan keliru semua jamaah umrah: tempat wudhu Masjidil Haram cuma ada di luar dan itu jauuuuh sekali. Tidak heran, jamaah yang batal wudhu suka cuek berwudhu di keran air minum.

Padahal, ada banyak tempat wudhu di dekat Kabah. Tidak percaya? Kalau Anda berada di dekat Kabah, perhatikan semua tangga besar dan lebar dari lantai 1 untuk turun ke pelataran Kabah. Ada 5 di berbagai arah Kabah.

Nah, di bawah semua tangga besar ini tersembunyi tempat wudhu. Jadi jamaah tidak usah capek-capek pergi ke luar masjid

2. Tempat nobar video tutorial umroh

Enaknya jadi jamaah Indonesia adalah didampingi pembimbing agama saat umrah dan haji. Tapi bagaimana dengan jamaah negara lain yang minoritas atau warga lokal?

Jangan bingung, Masjidil Haram menyediakan tontonan video tutorial umrah. Jamaah bisa nonton bareng video tutorial ini, supaya tahu bagaimana melakukan Tawaf dan Sai dengan benar. Tempat nobar ini ada di dekat pintu Gate 74.

3. Tempat bagi-bagi buku agama gratis

Dapat buku-buku agama gratis? Mau dong! Tidak banyak jamaah Indonesia tahu kalau ada tempat bagi-bagi buku agama gratis di Masjidil Haram. Buku ini terdiri dari panduan umrah dan kumpulan doa-doa.

Enaknya jadi negera muslim terbesar, jamaah Indonesia bisa meminta buku-buku berbahasa Indonesia. Tinggal bilang, “Indonesia!” Petugas akan mengambilkan buku edisi bahasa ibu kita. Tempat pembagian buku ini ada di dekat pintu Gate 74.

4. Panduan streaming khutbah Salat Jumat

Salat Jumat di Masjidil Haram adalah pengalaman tiada dua bagi umat Islam di seluruh dunia. Tapi kalau tidak bisa bahasa Arab, bagaimana memahami khutbahnya?

Jangan khawatir, kamu bisa mendengarkan streaming audio terjemahan khutbah. Modalnya cukup punya ponsel yang aplikasi radio dan tentunya earphone.

Terjemahan khutbah tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu dan tentunya bahasa Indonesia dong. Informasi panduan audio ini tersedia di dekat pintu Gate 74. Biasanya juga akan ada petugas bergamis putih yang menyediakan earphones gratis.

5. Khutbah Jumat dengan bahasa isyarat

Untuk tuna rungu dan wicara yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, ada spot khusus untuk salat Jumat. Tidak besar, tapi bisa menampung sekitar 10 jamaah. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 93.

Saat salat di sini, akan ada petugas yang menerjemahkan khutbah Salat Jumat dengan bahasa isyarat. Wah, sangat membantu nih!

6. “SPBU” Zam-zam

Seluruh air minum di dalam Masjidil Haram adalah air zam-zam yang sumber airnya ada di bawah tanah Masjidil Haram. Jamaah bisa minum dari ratusan galon yang disebar di seluruh masjid. Galon-galon ini diisi secara berkala dan diantar petugas dengan kereta dorong.

Tapi penasaran nggak sih, zam-zam ini dibawa dari mana? Kalau penasaran, kamu pergi saja ke pintu Gate 93.

Di dekatnya, kamu bisa melihat stasiun pengisian air zam-zam. Petugas mengisi air dengan selang nozel seperti di pom bensin. Air disalurkan dari mesin pendingin, itu sebabnya air zam-zam rasanya seperti air kulkas.

7. Eskalator ke atap masjid

Salat di atap Masjidil Haram, bisa kok! Tapi tidak banyak jamaah yang tahu aksesnya.

Padahal, ada eskalator yang mengantar jamaah langsung ke atap Masjidil Haram. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 91.

Salat di atap Masjidil Haram terkadang jadi pilihan jamaah -yang tahu letak eksalatornya- untuk salat Isya atau Subuh. Sebab pada siang hari, atap Masjidil Haram panas sekali.

Travel Wajib Gunakan Jasa Handling dari Angkasa Pura

Mulai 27 Mei 2019, semua travel yang memberangkatkan jamaah umrah, wajib menggunakan jasa handling Angkasa Pura.

Ketua DPD Amphuri Jatim H Sufyan menuturkan, dasar dari ditetapkan aturan itu yakni sesuai Kepmen Perhubungan 54 pasal 34 bahwa semua yang berkepentingan bisnis dengan Angkasa Pura, harus mendapat izin otoritas dari pihak bandara.

“Inilah regulasi yang dipakai oleh Angkasa Pura. Khusus di Juanda yang ditunjuk menjadi handling resmi yakni Angkasa Pura Hotel, Logistik, dan Taurus Gemilang,” ungkapnya kepada majalahnurani.com Senin (20/5/2019) usai acara buka bersama Anggota Amphuri Jatim di Restauran KunoKini Surabaya.

MEMATUHI

Upaya nego pihak Amphuri dengan Angkasa Pura tak menemukan solusi. Artinya travel wajib mematuhi aturan tersebut.

Dari Amphuri, cerita Sufyan, sudah menanyakan, apakah jika ada pihak lain seperti anggota Amphuri yang mengajukan handling, apa dibolehkan?

“Ternyata dilarang. Alasannya karena tidak memiliki bisnis di bandara. Sementara Angkasa Pura hotel logistik memiliki bisnis di bandara,” sambungnya.

Menurut Sufyan, per 7 Maret aturan ini memang sudah diberlakukan. Tapi karena ramai protes, maka diundur hingga 27 Mei 2019.

“Tidak ada negoisasi lagi. Handling ditangani Angkasa Pura,” tegasnya kembali.

Maka bagi travel yang memberangkatkan jamaah, mau tidak mau harus memilih tiga pihak yang ditunjuk oleh Angkasa Pura, karena sudah menjadi aturan.

MENUNGGU SURAT RESMI

Amphuri juga masih menunggu surat resmi yang diterbitkan. Pasalnya hingga kini juga belum ada surat resmi dari Angkasa Pura soal kewajiban tanggal 27 Mei mendatang.

“Itu yang kita minta tapi sampai saat ini belum terbit,” ujarnya.

Menurut Syufan pribadi, dirinya sudah pernah dua kali memakai jasa handling Angkasa Pura. Cepat dan mereka menjamin semuanya lancar.

“Seperti penyerahan koper jamaah, diserahkan secara resmi oleh pihak Angkasa Pura,” ceritanya.

Sementara ini Amphuri hanya menyarankan untuk mengikuti aturan yang ditetapkan Angkasa Pura.

“Sampai menunggu surat resminya keluar. Semetara diikuti saja daripada mengganggu akses keberangkatan. Nanti kalau surat resminya turun, baru kita akan ambil sikap,” tandas dia.

Ketua Litbang Amphuri Pusat, Zainal Abidin mengeluh lantaran aturan ini dinilai memberatkan. Pasalnya selama ini travel sudah memiliki tim handling yang mumpuni. Termasuk tidak ada kendala ketika memberangkatkan jamaah.

“Sekarang tim handling tidak bisa masuk,” terangnya. 01/Bagus

Kemenag Akreditasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Kementerian Agama (Kemenag) terus bekerja melakukan perampungan atau percepatan akreditasi bagi perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji PIHK). Akreditasi itu untuk mengukur sejauh mana PPIU dan PIHK kepada jamaah umrah dan haji khusus.

 

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jendral PHU Kementerian Agama Arfi Hatim, mengatakan akreditasi dilakukan sebagai bentuk pembinaan pemerintah terhadap PPIU-PIHK.

Arfi mengatakan, akreditasi yang dilakukan Kemenag terhadap perusahaan penyelenggaraan haji dan umrah dilakukan setiap tiga tahun sekali. Proses akreditasi juga melibatkan berbagai asosiasi sehingga kebijakan yang dikeluarkan juga bersifat independen.

“Akreditasi nantinya akan melibatkan empat asosiasi, semua kita libatkan sehingga hasilnya independen dan obyektif,” kata Arfi Hatim di sela-sela buka puasa bersama, Jumat (17/5) kemarin.

Arfi menuturkan, dalam proses akreditasi yang dilakukan Kemenag maka akan diketahui sampai sejauh mana PPIU dan PIHK dalam meningkatkan pelayanannya kepada para jamaah.

Jika ketika PPIU dan PIHK tidak melayani jamaah dengan baik, Kemenag akan melakukan klarifikasi untuk selanjutnya menindak tegas jika jamaah benar-benar dirugikan.

“Agar ke depannya PPIU dan PIHK tetap bisa memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah. Sehingga akreditasi berorientasi kepada kepentingan jamaah,” katanya.

Arfi berharap, jangan sampai  lagi ada PPIU dan PIHK yang siap memberikan tiket pesawat untuk berangkat, akan tetapi tidak siap memberikan tiket pesat kepada jamaah untuk kembali ke Tanah Air setelah umrah.

Sampai saat ini kata Arfi akreditasi sedang dalam proses finalisasi daripada instrumen penilain. Karena ada beberapa kriteria dan bebarapa indikator yang digunakan semuanya semata-mata adalah untuk meningkatkan standar PPIU dan PIHK.

“Sehinga perusahaan travel bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi maksimal kepada jamaah,” katanya.

Arfi berharap proses penilaian akreditasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga melalui akreditasi tersebut PPIU dan PIHK bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

Penjelasan BPKH Tentang Biaya Kuota Haji Tambahan

Sumber biaya kuota tambahan 10 ribu jamaah haji 2019 tidak memakai APBN. Hal itu diputuskan Raker Komisi VIII DPR, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama.

 

Penghitungan awal penambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah haji memerlukan dana tambahan sebesar Rp 353,7 miliar. Namun, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku telah melakukan revisi anggaran.

Kebutuhan anggaran untuk penambahan kuota 10 ribu haji menjadi Rp 319,9 miliar. Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, menekankan anggaran kekurangan sebesar Rp 149,9 miliar tidak menggunakan APBN.

Pembiayaannya menjadi beban nilai manfaat keuangan haji dari BPKH sebesar Rp 100 miliar. Sisanya, berasal dari realokasi anggaran layanan akomodasi di Makkah.

Lalu, peningkatan layanan transportasi antarkota Rp 49,9 miliar. Ada pula realokasi dana kemasaahatan sebesar Rp 120 miliar yang semula akan digunakan untuk manasik di KUA.

“Dialihkan penggunaannya untuk biayai sebagian biaya akomodasi jamaah lansia di Makkah, manasik haji diambil dari indirect cost BPIH 1440 Hijriah/2019 Masehi,” kata Anggito di Yogyakarta, Jumat (17/5).

Selain memproyeksikan nilai manfaat sebesar Rp 7,3 triliun untuk operasional haji 2019, BPKH mendukung biaya penambahan kuota 10 ribu jamaah. Totalnya, Rp 220 miliar dari kebutuhan Rp 319,9 miliar. “Sisanya, bersumber dari Kementerian Agama Rp 99 miliar,” ujar Anggito.

Saldo keuangan haji yang dikelola BPKH hingga April 2019 sendiri telah terkumpul Rp 115 triliun. Anggota menegaskan, saldo itu aman dan tidak berkurang.

Justru, dia menegaskan, jumlahnya meningkat Rp 10 triliun dibanding tahun lalu. Prioritas penempatan dan investasi keuangan haji BPKH di instrumen keuangan perbankan syariah. “Dan obyek-obyek investasi surat berharga syariah yang aman, beresiko rendah, likuid dan optimal,” kata Anggota. (Wahyu Suryana)

Agar Jamaah tak Cepat Lelah di Tanah Suci

Jamaah haji kerap mengalami kelelahan sangat saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Waktu yang seharusnya mereka menafaatkan untuk beristirahat justru mereka gunakan untuk beraktivitas.Bahkan mereka memporsir tenaga sehingga daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit.

 

Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, Dr Syarief Hasan Lutfie mengatakan, masyarakat masih banyak yang tidak memahami tentang ancaman kelelahan. Padahal, hal ini menjadi pemicu kematian.

Karena itu, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi ini merasa perlu untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang kelelahan jamaah haji. “Jadi, faktor kelelahan inilah yang harus diluruskan bahwa lelah bukan berarti tidak menyebabkan kematian, justru lelah itu bisa menjadi kematian. Karena apa, karena triggernya membuat manifestasi timbulnya diagnosa penyakit tertentu, ujar dr Syarief

 

pa jamaah haji banyak yang lelah?

Lelah adalah kondisi menurunnya respon jaringan karena stimulus yang terhenti, sehingga perlu dibangkitkan lagi stimulus baru yang lebih aktif. Hal inilah yang harus kita kedepankan bahwa jangan sampai lelah. Mereka harus melakukan frekuensi latihan di Jakarta minimal tiga sampai lima kali sehari. Kemudian intensi tasnya dari rendah dinaikkan menjadi tinggi. Durasinya juga dilakukan secara konstan dan berkualitas, sehingga diharapkan mereka menjadi bugar, endurance-nya baik.

Apalagi, rata-rata kebugaran Calon jamah kita rendah. Karena, mereka banyak yang malas olahraga dan kemana-mana selalu naik mobil. Sementara, pada saat di Arab Saudi mereka harus berjalan panjang dengan melakukan thawaf atau sa’i.

Apakah kelelahan ini menjadi ancaman?

Faktor kelelahan inilah yang harus kita luruskan. Karena, kelelahan bisa menyebab kan kematian dan siapapun bisa mengalami kelelahan. Lelah bersifat umum, misalnya lelah susunan saraf pusat, batang otak, lelah karena cemas, takut, capek batin, kemudian lelah otot, dan lelah pada tu lang saraf. Nah, jamaah haji mengum pul kan kelelahan itu menjadi satu, baik pikirannya, mentalnya, sampai pada fisiknya.

Begitu juga dengan kelelahan-kelelahan lain, termasuk lelah dalam puasa. Kita berpuasa kalau tidak berolahraga, hanya sekadar makan dan sahur, nanti akan sampai pada ambang batas. Kondisinya me nurun pada fase-fase tertentu. Tapi ka lau dia sudah terbiasa dia akan beradaptasi lagi.

Begitu juga lelah-lelah yang sekarang isunya lagi menarik, yaitu lelah karena menunggu TPS dan sebagainya. Jadi, lelahnya bukan karena fisik, tapi juga tekanan, cemas, atau karena takut. Nah itu juga termasuk lelah, sehingga bisa menjadi trigger (pemicu) untuk menghilangkan nyawa.

Menurut Anda apa penyebab kelelahan yang mengakibatkan meninggal dunia?

Nah harus dicari kausatlitasnya, diagno sanya apa, bukan diagnosanya lelah. Tapi, lelah merupakan kumpulan keluhan yang sifatnya umum. Bisa terjadi pada penyakit apapun. Misalnya karena penyakit paru-paru, jantung, karena penyakit otot, semua bisa.

Jadi, faktor kelelahan inilah yang harus diluruskan. Lelah bukan berarti tidak menyebabkan kematian, justru lelah itu bisa menjadi kematian. Karena triggernya mem buat manifestasi timbulnya diagnosa penyakit tertentu. Misalnya, yang jantungnya tidak berhenti berdetak, menjadi berdetak karena kecapekan, nadinya yang tadinya lambat menjadi cepat, kemudian paru-parunya yang tadinya normal menjadi sesak karena cemas dan takut.

Bagaimana harusnya agar Jamaah Haji atau petugas KPPS tidak lelah?

Obatnya istirahat. Rileks dulu. Kendorkan urat sarafnya. Rileks dulu sebentar. Baru nanti dia bisa pulih lagi.Jadi tidak langsung. Kalau dalam kondisi lelah masih memak sakan beraktivitas maka pasti akan fatal akibatnya. Jadi haus diistirahatkan dulu.

Fase kerja tentu hitungannya juga ada standarnya, yaitu delapan jam kerja. Contoh yang ada di depan mata kita misalnya, di TPS para petugas KPPS harus mengawasi terus menerus sehingga banyak tekanan, yang tentu saja akan menyebabkan lelah.

Begitu pun jamaah haji. Ketika harus thawaf atau sa’i, mereka harus jalan ke sana ke sini, belum lagi makanannya tidak cocok, belum lagi bahasanya tidak paham, sehingga mereka menjadi lelah juga. Itu juga menyebabkan mudah terjadi sakit.

Muncullah gejala-gejala jantungnya, parunya dan seterusnya.

Maka, bagaimana untuk mencegah kelelahan? Daya tahannya harus diperbaiki dan emosinya harus dikendalikan. Jadi, kalau mengha dapi suatu respons jangan cepat be reaksi, tenang dulu, sabar dulu. Kalau memang sudah capek, jangan di teruskan capeknya, dikendorkan dulu.

Bagaimana mendeteksi kelelahan?

Belajar menghitung nadi. Bagaimana kalau nadinya cepat? kurangi dulu gerakannya. Kemudian, kalau tensi sedang tinggi, harus beristirahat.

Apa saran dokter?

 

Ya paling tidak pertama harus mengikuti aturan-aturan jam kerja.Ada batasan. Optimalisasi kerja seseorang harus difokuskan, atau bisa dibuat kerja shift seperti perawat, yaitu pagi, siang, dan malam.

Karena, kalau petugas terus-terus an mengawal ya jelas akan kelelahan, sehingga menjadi capek mental dan fisik. Kelelahan bersifat ge neral dan lokal. Karena itu, siapapun kalau pekerjaanya tidak mengindahkan waktu kerjanya, asupan makannya tidak terjaga, relaksasi tidak terjaga, maka dia akan mengalami kelelahan.

Gelang Berteknologi GPS untuk Jamaah Umrah

Komite Nasional Haji dan Umrah Arab Saudi memperkenalkan gelang khusus untuk jamaah di Masjid al-Haram. Gelang itu dilengkapi dengan teknologi global positioning system (GPS) serta berisi data pribadi masing-masing jamaah dan akomodasi mereka.

 

Seperti dilansir Saudi Gazette, Rabu (15/5), gelang khusus itu di bertujuan membimbing tiap jamaah yang memakainya selama perjalanan umrah. CEO komite nasional tersebut, Syekh Mohammed Bin Badi mengatakan, gelang khusus itu diberikan pada saat jamaah tiba di bandara Arab Saudi.

Badi menjelaskan, alat itu berisi data jamaah dan akan merekan pergerakan mereka. Selain itu, adanya GPS bermanfaat menuntun mereka dari dan menuju akomodasi, rumah sakit, pusat kesehatan, dan berbagai fasilitas penting lainnya selama di Makkah dan Madinah. Dia meneruskan, jamaah juga dapat langsung menghubungi dengan nomor pelayanan umum setempat yang tercantum di alat tersebut bila sewaktu-waktu terjadi hal darurat.

Syekh Mohammed Bin Badi mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan suatu perusahaan teknologi asal Cina untuk mengadakan gelang bagi jamaah tersebut.

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya masih berupaya mencari solusi untuk mengatasi persoalan bagasi jamaah. Salah satu opsinya, mengontrak perusahaan jasa transportasi untuk mengambil bagasi dari titik kedatangan ke tempat penginapan jamaah.

Selain itu, pihaknya juga sedang mempertimbangkan mendirikan perusahaan layanan umrah kepemilikan saham. Ini bertujuan meningkatkan layanan bagi para jamaah.